Skip to main content

Tugas 6 Ilmu Sosial Dasar (Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan)


Kehidupan masyarakat modern seperti sekarang ini sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dalam bentuk “rural community” dan “urban community”. Karakteristik masyarakat desa dan kota bisa begitu berbeda akibat adanya beberapa perbedaan signifikan terkait cara hidup sehari-hari dan sistem sosialnya.

Kecenderungan bagi masyarakat desa mengarah pada kehidupan agamis dan religius, sedangkan orang-orang kota lebih mengarah pada kehidupan duniawi.

Pada masyarakat kota, individu biasanya tidak terlalu bergantung pada orang lain sedangkan di desa, antar warga biasanya memiliki hubungan yang erat karena satu sama lain sering bergantung dalam berbagai hal dan kegiatan.

Di kota, pembagian kerja lebih tegas dan jelas sehingga antar profesi memiliki garis batas yang nyata dan hubungan yang terjalin antar profesi lebih profesional.

Dengan adanya sistem pembagian kerja yang tegas, maka kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan lebih banyak pada masyarakat kota dibandingkan warga pedesaan.

Dalam pola pikir secara rasional dan profesional pada masyarakat yang tinggal di perkotaan, ada kemungkinan terjadi sebuah interaksi yang didasarkan pada kepentingan bersama.

Jika saya dapat memilih hidup di perkotaan atau pedesaan, saya lebih memiih hidup di perkotaan. Menurut saya di perkotaa pekerjaan yang ditawarkan lebih beragam dan lebih sesuai dengan prodi yang saya tekuni.  


Sumber :

https://mello.id/

https://blog.ruangguru.com/


Comments

Popular posts from this blog

Tugas 8 Ilmu Sosial Dasar (Teknologi Mengubah Kebudayaan)

Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Dengan teknologi tentunya bisa menyebabkan terjadi proses perubahan kebudayaan seperti perubahan pola pikir masyarakat, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan dan reformasi dalam proses moderenisasi teknologi. Namun, ada dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi informasi ini lainnya adalah terciptanya sifat dan sikap ketergantungan kepada teknologi yang semakin canggih sehingga banyak orang yang mulai melupakan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu cont...

Tugas 7 Ilmu Sosial Dasar (Konflik Sosial)

Konflik secara estimologi berasal dari kata kerja  Latin  yaitu  "con"  yang artinya bersama dan  "fligere"  yang artinya benturan atau bertabrakan. Secara umum, konflik merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial di mana terjadi pertentangan atau pertikaian baik antar  individu  dengan individu, individu dengan  kelompok , kelompok dengan kelompok, maupun kelompok dengan  pemerintah . Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan dengan  akomodasi . Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Salah satu konflik yang saya hadapi adalah dengan adik dan kakak saya. Konflik ini terjadi karena saya memang terbilang jahil. Jadi, seringkali adik dan kakak saya marah disebabkan kejahilan saya. Konflik tersebut selesai jika saya sudah meminta maaf kepada adik dan kakak saya. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar (Budaya)

Gong si Bolong Gong si Bolong merupakan kesenian gamelan yang muncul di antara sebagian orang di pinggiran Depok, yaitu di kalangan warga Tanah Baru, Depok. Kesenian Gong si Bolong juga merupakan paduan antara seni musik dan tari Tayub, yakni sebuah tarian yang menceritakan suasana panen dengan gerakan bernuansa silat. Konon, nama Gong si Bolong ini dikarenakan sedemikian tuanya kesenian dan perangkat musiknya sehingga kemudian mengalami kerusakan, terutama pada gong besarnya yang sudah bolong (berlubang). Sebagian besar warga Depok mengetahui sebuah tugu yang berada di daerah Tanah Baru, Depok. Tugu tersebut merupakan Tugu Gong si Bolong, karena di atas tugu itu terdapat replika Gong si Bolong. Penemuan Gong Si Bolong Adapun seorang Jimin menemukan Gong si Bolong pada tahun 1549, saat Kelurahan Tanah Baru masih berbatasan langsung dengan Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Seorang warga yang bernama Jimin itu ialah seorang Bapak yang tinggal di dekat sungai Krukut, Tanah Baru Depok. ...