Skip to main content

Tugas 1 Ilmu Sosial Dasar (Mendeskripsikan Diri)


Assalamualaikum. Nama saya Ammar Widhianta, umur saya 18 tahun. Sebagai individu saya dikenal ulet dalam mengerjakan sesuatu. Tetapi, dikenal juga sangat ceroboh dalam menyimpan barang. Itulah saya dengan segala keunikannya :)

Saya adalah anak ke dua dari 3 bersudara. Sebagai anak laki-laki pertama di keluarga saya, saya adalah anak yang sering dibutuhkan jika ada suatu pekerjaan rumah, entah itu pergi ke warung, menyetir mobil ke supermarket, atau sekadar mencuci motor. Di dalam keluarga saya juga dianggap anak yang jahil, baik kepada kakak maupun kepada adik saya.

Saya tinggal di wilayah perkampungan. Pada tempat saya tinggal, saya dikenal sebagai anak yang cukup baik dan cukup dikenal oleh para tetangga saya, walaupun ada beberapa tetangga yang hanya sekadar tahu nama. Dulu saat kecil saya sering bermain di sekitar rumah saya, karena itu saya mempunyai lumayan banyak teman sebaya, walaupun saat sma saya sudah jarang bermain dengannya, hanya sekadar bersapa ketika di jalan.

Saya kuliah di Universitas Guandarma prodi  S-1 teknik informatika, walaupun perkuliahan baru dilaksanakan beberapa hari, mungkin saya sudah cukup dikenal oleh teman-teman saya. Saya adalah tipe orang yang cukup susah berbaur di lingkungan baru, sebab itu saya mencoba berbaur melaui permainan game online yang dimainkan hampir setiap hari. Mungkin itu saja yang bisa dideskripsikan tentang diri saya.


AmmarWidhianta_50420163_IlmuSosialDasar

Comments

Popular posts from this blog

Tugas 8 Ilmu Sosial Dasar (Teknologi Mengubah Kebudayaan)

Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Dengan teknologi tentunya bisa menyebabkan terjadi proses perubahan kebudayaan seperti perubahan pola pikir masyarakat, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan dan reformasi dalam proses moderenisasi teknologi. Namun, ada dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi informasi ini lainnya adalah terciptanya sifat dan sikap ketergantungan kepada teknologi yang semakin canggih sehingga banyak orang yang mulai melupakan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu cont...

Tugas 7 Ilmu Sosial Dasar (Konflik Sosial)

Konflik secara estimologi berasal dari kata kerja  Latin  yaitu  "con"  yang artinya bersama dan  "fligere"  yang artinya benturan atau bertabrakan. Secara umum, konflik merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial di mana terjadi pertentangan atau pertikaian baik antar  individu  dengan individu, individu dengan  kelompok , kelompok dengan kelompok, maupun kelompok dengan  pemerintah . Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik dalam mencapai kestabilan dinamakan dengan  akomodasi . Pihak-pihak yang berkonflik kemudian saling menyesuaikan diri pada keadaan tersebut dengan cara bekerja sama. Salah satu konflik yang saya hadapi adalah dengan adik dan kakak saya. Konflik ini terjadi karena saya memang terbilang jahil. Jadi, seringkali adik dan kakak saya marah disebabkan kejahilan saya. Konflik tersebut selesai jika saya sudah meminta maaf kepada adik dan kakak saya. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar (Budaya)

Gong si Bolong Gong si Bolong merupakan kesenian gamelan yang muncul di antara sebagian orang di pinggiran Depok, yaitu di kalangan warga Tanah Baru, Depok. Kesenian Gong si Bolong juga merupakan paduan antara seni musik dan tari Tayub, yakni sebuah tarian yang menceritakan suasana panen dengan gerakan bernuansa silat. Konon, nama Gong si Bolong ini dikarenakan sedemikian tuanya kesenian dan perangkat musiknya sehingga kemudian mengalami kerusakan, terutama pada gong besarnya yang sudah bolong (berlubang). Sebagian besar warga Depok mengetahui sebuah tugu yang berada di daerah Tanah Baru, Depok. Tugu tersebut merupakan Tugu Gong si Bolong, karena di atas tugu itu terdapat replika Gong si Bolong. Penemuan Gong Si Bolong Adapun seorang Jimin menemukan Gong si Bolong pada tahun 1549, saat Kelurahan Tanah Baru masih berbatasan langsung dengan Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Seorang warga yang bernama Jimin itu ialah seorang Bapak yang tinggal di dekat sungai Krukut, Tanah Baru Depok. ...